Keberadaan seorang manusia diyakini sepenuhnya atas kehendak Yang Maha Kuasa. Baik itu pada awal kehidupan yang ditandai dengan kelahiran maupun pada saat akhir yang ditutup dengan sebuah kematian. Menghadapi dua hal ini manusia sungguh tidak mempunyai hak dan kekuatan untuk menolak atau meminta penangguhan.
Meskipun seorang individu telah menyadari kebebasan diri dan mempunyai hak penuh atas seluruh alasan kehidupannya, dia harus tetap tunduk pada takdir kelahirannya yang tidak dia iyakan atau kehendaki. Begitu pula dengan kematian, walau seorang manusia ingin mengkahiri hidup dan kehidupannya dengan jalan bunuh diri sekalipun, hidup tetap mempunyai dua ujung yang tidak bisa dipindahkan atau diganti satu dengan yang lain. Awal dan Akhir. Bentangan antara awal dan akhir, alfa dan omega inilah yang bisa disebut Bahana Takdir. Kehidupan terdengar pada saat kelahiran sampai pada kematian.
Perjalanan yang dilakukan setiap insan tidak akan berhenti lama di sebuah tempat, sebab perhentian abadi di dunia adalah kematian. Jadi jika kehidupan mempunyai dua ujung yang tak bisa diganggu gugat walau oleh kekuatan terbesar seorang manusia sekalipun, maka sudah pada tempat yang terhormat dan semestinya bagi seorang manusia untuk menyelesaikan semua yang di dalam genggaman tangan dengan sebaik mungkin dan semulia mungkin sebagai sebuah panggilan hidup.
Memaknai takdir kehidupan adalah dengan mengejar apa yang dicita-citakan oleh kehendak bebas yang bertanggung jawab. Kebesaran hidup sebenarnya tidak berada pada kelahiran dan kematian, tetapi terletak pada seluruh karya yang dilakukan dengan totalitas cinta pada sesama. Jika terasa ada beban yang sungguh berat untuk dipikul, maka tetaplah bergembira sebab setiap manusia sesungguhnya dikarunia sebuah beban yang membawa sukacita, sehigga kadang orang mengatakan hidup adalah perjuangan.
Awal dan akhir, atau alfa dan omega, kelahiran dan kematian adalah momen yang akan terus membawa manusia ke dalam permenungan yang sungguh berarti. Kesadaran akan kelemahan dan rasa syukur untuk semua kelebihan bisa membawa manusia merasa lebih dekat dengan Sang Kuasa. Di tengah multi krisis yang menimpa seluruh bumi, setiap manusia tentu merasa kesusahan dan untuk saat ini terus merayap dalam keprihatinan. Oeh sebab itu, berusahalah bersama untuk tidak terjerumus ke dalam kesia-siaan, sehingga bahana takdir kehidupan sungguh terdengar merdu bagi sesama dan membawa perubahan yang lebih baik.