Feeds:
Posts
Comments

(Akibat Penafsiran Sejarah Terhadap kekerasan Saat Ini)
Sejarah adalah ”cerita” penuh dengan makna unutk hari ini dan esok yang akan segera datang.
Bagaimana Sejarah bisa membuat Dunia Manusia lebih baik ?. Cara pandanglah (perspektif) yang akan menentukan. Cara kita memandang sejarah itu sendiri sebagai nilai pembelajaran (hikmah) dan cara pandang kita terhadap Manusia dalam sebuah kesetaraan, tidak berbeda.
Klaim Kebenaran
Sejarah panjang yang ada dalam kehidupan manusia, adalah wacana perubahan yang seharusnya mampu menciptakan kondisi dan keadaan yang berarti dan lebih humanis untuk saat ini. Sejarah bukan ukuran untuk menilai kualitas dan nilai yang ada dalam hidup seorang manusia. Manusia dengan segala kebaikan dan kekurangan yang ada tetaplah seorang manusia dan dalam berbagai hal dan kasus, kita tidak bisa mengklaim siapa yang paling benar, jika kita tidak mengenal sesama kita, begitupun sebaliknya.
Ketika dunia tidak bisa keluar dari cerita kekerasan dan permusuhan, yang disebabkan oleh nilai-nilai sejarah yang disalah artikan, maka saat itu pula manusia meneruskan tradisi kekerasan dan kematian terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Saat ini, adalah saat dimana semua manusia harus memberikan kemampuannya untuk sebuah perdamaian global. Perdamaian adalah cara pandang dan sikap yang bisa mengubah sejarah kekerasan. Sikap seperti inilah yang harus digunakan. Sikap ini berpihak kepada sebuah KEHIDUPAN yang tak ternilai harganya baik oleh doktrin atau ideologi apapun.
Hidup sangat berharga, tidak akan berkurang karena masa lalu dalam bingkai sejarah, saat ini dalam kancah realita, dan masa depan dalam impian. Hidup untuk sebuah perdamaian adalah hidup untuk sebuah kehidupan, bukan hidup untuk sebuah ”kehancuran dan Kematian”.

Pernah diterbitkan di Kompasiana

Bulan lalu, minggu lalu, kemarin, tadi pagi,tadi malam, dan mungkin esok hingga minggu depan, berita yang akan ditayangkan oleh media televisi (RCTI, SCTV, ANTV, METRO, TRANS 7, TRANS TV, GLOBAL TV, TPI, dll) tetap terfokus pada satu kasus yang sama………

Disadari ataupun tidak, ini merupakan sebuah kegiatan produksi informasi yang tidak sehat dan cukup melelahkan bagi masyarakat sebagai konsumen informasi. Bila disimak baik-baik, secara bergelombang masyarakat “penonton” dihantam oleh berbagai berita yang sama secara berkala. Cakupan informasi yang disampaikan tidak cukup baik untuk dimengerti dan dipahami sebagai bahan pembelajaran dan ilmu pengetahuan, sehingga berita-berita penting dan relevan akhirnya bergeser menjadi lelucon dan hiburan ringan. Akibat lebih lanjut masyarakat akan sulit menanggapi berbagai problem sosial serius dengan cara yang sepantasnya, karena telah digiring, didikte oleh media televisi untuk menjadi biasa saja pada hal-hal yang serius. Tidak tahu lagi kapan harus serius dan kapan waktunya bersantai.

Media televisi sebagai salah satu ujung tombak pewarta berita, harus menjadi lebih SMART. Banyak hal penting lain yang masih bisa dijadikan berita utama di hari-hari mendatang. Itu yang seharusnya menjadi tekad dan menu utama dari pelayanan media televisi terhadap masyarakat, dengan tidak menganak emaskan sebuah KASUS menjadi “makanan pokok”, yang membuat masyarakat lupa, jika mereka sebenarnya membutuhkan hal lain untuk melanjutkan perjuangan mengatasi krisis. Ingat, selain sebagai pewarta, televisipun harus mewakili sebuah situasi konkrit yang terjadi di ranah realita kehidupan bangsa ini.

Saya masih ingat dulu, ketika televisi swasta belum menjamur seperti saat ini. Sebagai satu-satunya media televisi, TVRI mampu mengangkat aspirasi masyarakat kecil dengan berbagai acara yang baik. Sederhana, konkrit, tepat sasar dan tidak mengada-ada. TVRI dengan berbagai programnya waktu itu, telah menanamkan sebuah identitas kebangsaan pada saya yang waktu itu masih di bangku SD, bahwa negara ini, adalah negara agraris. Sama seperti ketika orang menyebut Brazil, yang tertangkap oleh seluruh orang di seluruh belahan dunia adalah Negeri jagonya sepakbola.

Semoga, sebagai konsumen berita dan penikmat saluran televisi, masyarakat sadar bahwa apa yang ditampilkan oleh media televisi, tidak semuanya layak “dimakan dan diminum”. Dan Media televisi pun harusnya sadar bahwa kecepatan update berita sudah dapat diakses oleh sebagian besar masyarat melalui internet di berbagai situs berita, sehingga media televisi tidak perlu mengulang dan mengulang apa yang pernah disajikan. Bukan hanya makanan yang bisa menjadi basi dan beracun, beritapun demikian bukan ?.

Akhirnya, kita berharap agar televisi mampu menghidupi salah satu sisi kehidupan ini dengan gairah dan kualitas yang tinggi. Memberikan porsi yang sama terhadap mereka yang terlupakan. Tetapi jika tidak, maka matikan TV mu, sebelum Tv mematikan kepekaanmu terhadap realitas yang sesungguhnya sedang terjadi. Media Televisi Harus SMART !!!…..(waduhhhh tidurrrr dulu aahh).

Pernah dipublikasikan di Kompasiana

Bahana Takdir Kehidupan

Keberadaan seorang manusia diyakini sepenuhnya atas kehendak Yang Maha Kuasa. Baik itu pada awal kehidupan yang ditandai dengan kelahiran maupun pada saat akhir yang ditutup dengan sebuah kematian. Menghadapi dua hal ini manusia sungguh tidak mempunyai hak dan kekuatan untuk menolak atau meminta penangguhan.

Meskipun seorang individu telah menyadari kebebasan diri dan mempunyai hak penuh atas seluruh alasan kehidupannya, dia harus tetap tunduk pada takdir kelahirannya yang tidak dia iyakan atau kehendaki. Begitu pula dengan kematian, walau seorang manusia ingin mengkahiri hidup dan kehidupannya dengan jalan bunuh diri sekalipun, hidup tetap mempunyai dua ujung yang tidak bisa dipindahkan atau diganti satu dengan yang lain. Awal dan Akhir. Bentangan antara awal dan akhir, alfa dan omega inilah yang bisa disebut Bahana Takdir. Kehidupan terdengar pada saat kelahiran sampai pada kematian.

Perjalanan yang dilakukan setiap insan tidak akan berhenti lama di sebuah tempat, sebab perhentian abadi di dunia adalah kematian. Jadi jika kehidupan mempunyai dua ujung yang tak bisa diganggu gugat walau oleh kekuatan terbesar seorang manusia sekalipun, maka sudah pada tempat yang terhormat dan semestinya bagi seorang manusia untuk menyelesaikan semua yang di dalam genggaman tangan dengan sebaik mungkin dan semulia mungkin sebagai sebuah panggilan hidup.

Memaknai takdir kehidupan adalah dengan mengejar apa yang dicita-citakan oleh kehendak bebas yang bertanggung jawab. Kebesaran hidup sebenarnya tidak berada pada kelahiran dan kematian, tetapi terletak pada seluruh karya yang dilakukan dengan totalitas cinta pada sesama. Jika terasa ada beban yang sungguh berat untuk dipikul, maka tetaplah bergembira sebab setiap manusia sesungguhnya dikarunia sebuah beban yang membawa sukacita, sehigga kadang orang mengatakan hidup adalah perjuangan.

Awal dan akhir, atau alfa dan omega, kelahiran dan kematian adalah momen yang akan terus membawa manusia ke dalam permenungan yang sungguh berarti. Kesadaran akan kelemahan dan rasa syukur untuk semua kelebihan bisa membawa manusia merasa lebih dekat dengan Sang Kuasa. Di tengah multi krisis yang menimpa seluruh bumi, setiap manusia tentu merasa kesusahan dan untuk saat ini terus merayap dalam keprihatinan. Oeh sebab itu, berusahalah bersama untuk tidak terjerumus ke dalam kesia-siaan, sehingga bahana takdir kehidupan sungguh terdengar merdu bagi sesama dan membawa perubahan yang lebih baik.

Ketep & Kedung Kayan

(Menara Pandang Ketep Dan Air Terjun Kedung  kayan)

Di Menara Pandand Ketep

Di Menara Pandang Ketep

Lokasi Menara Pandang Ketep yang berada di sebuah ketinggian, bersinggungan dengan Gunung Merapi, membuat kita merasa berada di atas awan sambil menikmati lembabnya kabut yang membentang dari segala arah. Hembusan angin dingin dan  detak embun yang enggan beranjak, menciptakan sensasi tersendiri di atas permukaan kulit tubuh dan di setiap tarikan udara yang dihirup. Baca Selengkapnya

Setiap hari, kurang lebih saya menghisap 10 batang rokok. Terkadang bisa sampai sebungkus Hal ini telah berlangsung selama empat tahun. Pernah saya berusaha untuk berhenti, karena takut akan bahaya yang ditimbulkan dari dan oleh rokok. Tetapi apa daya sampai hari ini, saya tidak bisa berhenti dan menghindar dari kejaran kenikmatan yang ditawarkan oleh batang-batang ajaib yang berasap…bahkan ketika menulis tulisan ini saya pun ingin merokok. Saya adalah salah satu pabrik produksi racun. Menyedihkan.

Bahaya Rokok

Bahaya Rokok

Pada hari minggu yang lalu saya bertemu seseorang yang saya anggap kakak dan sahabat. Saya bertanya tentang keadaan Ibunya yang baru saja sembuh dari serangan jantung.Dia mengatakan bahwa keadaan Ibunya telah berangsur-angsur pulih dan saat ini sedang menjalani masa pemulihan. Kemudian kami berbicara banyak tentang masalah kesehatan dan dengan gembira dia memberitahu kalau dia telah berheti merokok. Waduhhh….. Baca Selengkapnya

Bangsa Di Antara Tanda Petik

Bangsa Di Antara Tanda Petik

Menyimak saluran berita dan kejadian akhir-akhir ini, tak bisa diingkari bahwa manusia Indonesia ternyata telah “tersudutkan” oleh sikap dan perilaku yang penuh dengan nuansa kekerasan, dan patut disayangkan karena kegairahan akan hal tersebut terus merona bak “bakat” terpendam yang sangat potensial. Aspek kehidupan yang bergulir dan berjalan diantara zaman yang sulit diidentifikasi dan didefenisikan, pada waktu yang kurang tepat, telah menjadi satu dengan aturan main alam liar dan hukum rimba, “Siapa Kuat Dia Berkuasa”.

Mari kita simak baik-baik, semua berita yang ada di koran atau televisi, hampir semua memuat Headline yang cukup menyesakkan. Jika tidak Korupsi, maka pembunuhan. Kalau tidak demostrasi anarkis, maka kasus-kasus lain yang masih satu rasa dan nada dengan berita-berita negatif.

Baca Selengkapnya

Alam Mengembalikan Semua Pada Kita

Alam Mengembalikan Semua Pada Kita

Kemarin dan hari ini, bencana alam telah menjadi bagian yang dekat dengan kehidupan kita. Di setiap negara, tempat dan benua, hari-hari diisi dengan berita bencana alam yang merusak dan memakan begitu banyak kehidupan. Bencana Tsunami, gunung meletus, perubahan iklim yang tidak menentu, angin taufan, tanah longsor, banjir, dan permukaan air laut yang semakin naik terjadi hampir setiap saat dan membuat semua orang yaang peduli menjadi gelisah dan tidak lagi bisa menikmati makan malam dengan santai bersama keluarga.

Saat ini baru kita sadari bahwa ternyata alam telah terluka dan tidak lagi bisa berjalan dengan normal. Alam telah mengalami sebuah kemunduran dan kita pun yang tidak peduli telah dan akan mengalami hal yang sama dengan yang dialami oleh alam sekitar kita.
Baca Selengkapnya

Berpisah itu Berat

Adues kolega

Adues kolega

Suatu hari seorang sahabat mengatakan pada saya. ”Bro minggu depan saya pulang rumah.” Saya balik bertanya, ”sampai kapan ?”. Sambil menghembuskan asap rokok yang telah dihirupnya dalam-dalam, dia menjawab, ”kurang tahu sampai kapan, mungkin tidak balik ke Jogja lagi bro.”  Jawaban yang penuh kepulan asap itu sungguh menggetarkan dan mengambarkan betapa berat hatinya meninggalkan kebersamaan kami selama ini.

Percakapan singkat ini membuat saya sadar bahwa tidak mudah bagi seseorang pergi meninggalkan apa yang telah dijalaninya untuk waktu lama. Ternyata semua orang punya jalan dan rumahnya masing-masing. Setiap episode ada judul serta waktu, dan ini adalah sebuah episode dengan judulnya sendiri. Baca Selengkapnya

Dia Jatuh Cinta

Dia Jatuh Cinta

Dia Jatuh Cinta

Hari ini kau sungguh berbeda. Begitu cantik juga anggun.

Bertanyalah hati pada sahabat yang juga melihat langkah-langkah indahmu sepanjang jalan kampung siang tadi. Apa yang terjadi padamu di awal musim kemarau ini,
adakah artinya ?. Baca Selengkapnya

Sant'Egidio By-Iwan WawoPertemuan Komunitas Sant’Egidio dan Biarawan-Biarawati Yogyakarta

Tanggal 22 Juli 2009 , Pukul 17.00 WIB, Komunitas Sant’Egidio mengadakan pertemuan bersama para sahabat, Biarawan-biarawati, dan rohaniwan-rohaniwati Katolik yang berada di seputaran kota Yogyakarta. Pertemuan yang berlangsung di Rumah Komunitas, Jl. Tantular 118 A Pringwulung ini, dihadiri oleh beberapa rohaniwan-rohaniwati dan undangan lainnya. Beberapa undangan tidak bisa hadir kerena sedang berada dalam tugas dan perjalanan ke luar kota. Baca Selengkapnya

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.